Minggu, 24 Agustus 2014

[ Teori ] Antara Optimisme dan Pesimisme, apa ukurannya?

centrovista image2 {TM}
P.S.K.I ~ Blessing in disguise
* studying version *

Kerapkali para motivator menuturkan kalo kita harus selalu optimis dalam situasi apapun, karena rasa optimis akan membangun energi positif yg dapat meningkatkan kemampuan dan menangkal ketidakberdayaan.

Cuman segala sesuatu memang ada ukurannya (batasannya). Misal baik-buruk, besar-kecil, mudah-sulit, halal-haram dst, sehingga kita lebih realistis.

Nah menurut ane, ukuran/bukti optimisme adalah adanya usaha, peluang/kesempatan dan hasil. Faktor hasil berhubungan dengan visi-misi & target. Target terdiri dari target jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, lokal dan global. 

Target jangka panjang berkaitan dengan visi & misi. Misi-visi berkaitan dengan niat. Niat baik akan menghasilkan hasil akhir yang baik meski target/misi belum tercapai, karena niat baik berhubungan dengan ketulusan. Dalam ketulusan/keikhlasan ada ketenangan, karena ndak ada chaos, kontradiksi, kontroversi & kontraproduktif. Ketulusan yang hakiki hanya terjadi kalo ada konektivitas dengan 'Tuhan Yang Maha Benar'.

Nah gitu aja 'ceramahnya' bro. Any questions? .....xixixi

NB: 
~ Tidak hanya koalisi yang diminta untuk tidak mengganggu, pemerintah juga jangan mengganggu donk ~ Pengamat


* Bonus:
- Kutipan "10 Tips Berkomunikasi di saat yang sulit"

Kemampuan berkomunikasi yang efektif adalah salah satu aspek esensial dari kualitas kepemimipinan. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga dapat memberikan pernyataan visi yang mampu menginspirasi orang lain. Pemimpin harus berikap terbuka & jujur tentang apa yang mereka lakukan & pikirkan.

Memimpin orang lain bukanlah pekerjaan mudah. Di masa krisis, tantangan bagi para pemimpin justru jauh lebih besar & sulit. Komunikasi yang efektif dibangun atas dasar kepercayaan, visi, harapan, harga diri & keyakinan.

- Tips membedakan situs/media pembela HAM itu kredibel atau tidak

Ukuran komprehensifnya adalah berita2nya yang membela segala bentuk penindasan/pelanggaran secara obyektif, baik itu thd individu/kelompok/negara, minoritas & mayoritas. Kalo masih dipilih2 beritanya, media tsb tidak direkomendasikan sebagai referensi.   

Sabtu, 23 Agustus 2014

Sadarlah kawan, Majelis Kalkulator itu bukanlah Majelis Keadilan!

lord of the ring image

Majelis Kebenaran? No Way... * saya tidak dibayar cukup untuk itu, wkwkwk *
"Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (Qs. 33:11)

Orang sering bilang, mencari orang pinter/pengadil itu gampang, yang susah itu mencari keadilan..

Suatu ungkapan klise yang mungkin umum kita dengar. Ada benarnya juga sih. Kalo waktunya pendek, skup nasional bukan regional lagi, pengumpulan dan persiapan buktinya juga sebentar, ya wajarlah kalo datanya tidak akurat. Akhirnyapun akan ditolak!

Sebenarnya, esensi keadilan bukanlah masalah waktu atau personel semata.

Contoh (bukti):

- Kalo ada macan memangsa rusa, apakah itu adil menurut kelompok si rusa?
- Kalo ada landak memangsa semut, apakah itu juga adil menurut si semut?
- Kalo ada nyamuk atau bahkan semut terinjak mati oleh kaki kita satu jam lalu dan kita mungkin bahkan tidak menyadarinya, apakah itu juga disebut keadilan bagi hewan2 tsb?

Keadilan itu sebenarnya terletak pada sistem/metode. Jika sistemnya adil, maka keadilan akan bisa ditegakkan. Apakah sudah ada contoh (buktinya)?

Ya sudah ada bro. Tengok saja jaman Umar bin Abdul Aziz di awal2 abad pertengahan, yang membawahi berbagai komunitas yang majemuk/plural.

Ini sudah terbukti dan bukan lips service atau gimmick marketing....

Contoh keadilan yang lain, yaitu keadilan yang akurat (tepat isyarat dan syarat) misalnya dalam kisah nabi Sulaiman as sbb:
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat);" (Qs. 21:78-79)

Atau kisah bayi yang 'ter/di-tukar':
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Ketika dua orang wanita sedang bersama anak mereka, tiba-tiba datanglah seekor serigala membawa anak salah seorang dari mereka. Lalu wanita yang satu berkata kepada yang lain: Yang dibawa lari serigala itu adalah anakmu. Yang lain mengatakan: Tidak, anakmulah yang dibawa. Lalu mereka berdua meminta keputusan kepada Nabi Dawud as., lalu ia memutuskan untuk wanita yang lebih tua. Kemudian keluarlah keduanya menghadap Sulaiman bin Dawud as. dan menceritakan perkara itu kepadanya. Sulaiman berkata: Ambilkanlah pisau, aku akan membelahnya untuk kalian berdua. Maka berkatalah wanita yang lebih muda: Semoga Allah tidak merahmatimu (janganlah dia dipotong), ia adalah anaknya! Maka Sulaiman memutuskan untuk yang lebih muda. (Shahih Muslim No.3245)

Ane jadi teringat, ada suatu ucapan menarik dari Pak Tua Gandalf, dalam episode The Fellowship of The Ring dari trilogi kisah Lord of The Ring, dimana do'i berkata kurang lebih sbb:
"Ini bukanlah masalah siapa yang mati atau yang tidak, atau yang terbunuh atau yang tidak terbunuh, karena kita tidak bisa mencegah itu, tapi apa yang kita (dapat) perbuat.."

Jadi apa yang terjadi belakangan ini sebenarnya hanya sebuah ujian bagi yang pro dan kontra, yang 'kalah' atau yang 'menang'...
"Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka." (Qs. 47:4)

"Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah)." (HR. Ath-Thabrani)

"Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?" (Qs. 9:126)

Toh secara singkat, hidup ini sebenarnya hanya ada dua pilihan, berkubang dalam kesenangan terus-menerus tanpa akhir dan tidak jelas tujuannya,,,,atau,,,,berkorban (tidak mengambil banyak) sebagai modal untuk kehidupan akhir (yang pasti kita temui)?
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." (Qs. 2:249)

So, ndak perlu takut, anarkis/gelap mata atau pesimistis... ;)


* Bonus:
- Obat Kuat (hati)

"Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal, tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil;" (HR. Abu Dawud)

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya." (HR. Bukhari Muslim)

Dajjal itu perkara kecil bagi Allah

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata:
Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi saw. tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu. (Shahih Muslim No.5231)


- Tips membedakan sebuah situs/media agama 'Islami' itu kredibel atau tidak

Jika porsinya beritanya berimbang dan cukup representatif, misal ada kolom konsultasi, tausiah, artikel, kisah, opini, maka situs tersebut layak direkomendasikan (totally Islamic), tetapi jika isinya berisi ayat2 perang melulu, atau sebaliknya lebih dominan kutipan ayat2 kasih sayang belaka, bahkan contact person tidak menggunakan nomer telepon operator nasional/pemerintah dan tidak mau kopdar untuk testify, maka media tsb tidak direkomendasikan sbg referensi.

Sabtu, 26 Juli 2014

[ Selingan ] Pemerintah Pembuktian dan Gerakan Pembuktian adalah 'kemenangan rakyat sesungguhnya...!'

centrovista logo

Pu haba syedara agam? Beudoh!

* ceritane lagi belajar dadi 'pakar' ker *

Centrovista - Mencermati hasil pemilihan umum yang baru berakhir tidaklah terlalu mengejutkan perkembangannya. Meski diwarnai 'dugaan' kecurangan, manipulasi, sikap tidak amanah, aksi fitnah dan hasut, namun apapun hasilnya (dan prosesnya: termasuk proses adanya gugatan, status quo, keputusan hukum dll) tetap dihargai sebagai suatu "hasil proses dinamika politik" (hukum sebab-akibat). Toh fenomena2 seperti ini sebenarnya telah disebut dalam berita2 kitab suci terdahulu akan adanya peristiwa ini-peristiwa itu dsb.

Dalam kondisi seperti sekarang, ada positifnya yaitu agar masing2 pihak memiliki waktu untuk introspeksi diri dan meluruskan niat.

Tetapi yang terpenting, pemerintahan yang baru nanti harus bisa mengakomodir kepentingan dan aspirasi rakyat secara konsisten, baik yang mayoritas dan minoritas, yaitu rakyat pendukung dari kontestan yang terpilih dan rakyat pendukung dari kontestan yang tersisih (sesuai janji2 kampanyenya).

Sementara 'gerakan rakyat' juga memiliki sisi positif untuk membantu 'mengontrol' (mengawasi/peran aktif partisipasi rakyat dalam membangun) kebijakan pemerintah dan mengendalikan arus bawah (massa). Dengan demikian diharapkan dapat tercapai pendekatan win-win solution.

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran:3)

"Jihad yang paling utama adalah mengatakan atau menyampaikan kebenaran di depan penguasa yang jahat atau zalim" (HR. Abu Dawud)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu." (QS. Ali Imran:118)

Harapan kita semua agar lahirlah kebaikan, kebenaran dan keadilan, siapapun personel2nya.

Keep citizen brotherhood... n smile....^_^

* Taqobbalahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir & batin *


 * Bonus:
- Tips keluarga bahagia

"Apabila Allah menghendaki rumah tangga bahagia, maka diberikan kecenderungan pemahaman ilmu agama, yang muda menghormati yang tua, serasi (harmonis) dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, melihat (mengawasi) cacat (kekurangan) mereka, dan kemudian melakukan taubat/minta maaf. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkannya mereka dalam kesesatan." (HR. Dailami)

- Doa Anti Dajjal (tukang fitnah)

Dibaca dalam duduk tahiyat akhir saat shalat:

"Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil-qabri wa a'uudzu bika min fitnatil-mashiihid dajjaali, wa a'uudzu bika min fitnatil-mahyaa wafitnatil-mamaati. Allahumma innii a'uudzu bika minal-ma'tsami wal maghrami." (Shahih Muslim No.925)

Sabtu, 19 Juli 2014

Variabel Penentu kebijakan ekspor impor, apa sajakah?

motojipi image
Powered by GIMP
Share info mzbro,

Kalo kita melihat persoalan secara makro, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi 'policy' seperti ini, misalnya faktor regulasi pemerintah, adanya kebutuhan pasar, faktor sosial ekonomi masyarakat setempat dsb.

Tapi besaran yang paling dominan, -cmiiw-, adalah adanya hukum permintaan dan penawaran. Jika stok (produksi) suatu daerah masih tinggi (surplus) maka belum tentu impor, malah bisa ekspor. Demikian pula, klo permintaan banyak melebihi kapasitas (stok minus), maka perlu impor.

Kegiatan ekspor impor dari sisi perkembangan pasar juga dipengaruhi misalnya oleh pelaku2 spekulan pasar, adanya inovasi produk baru, diferensiasi market/perluasan market pabrikan dll.

Sementara dari sisi tren manufaktur, adanya proses impor dapat memberikan efek merugikan misalnya 'mematikan' produksi lokal, karena  menuntut ketersediaan bahan baku & bahan pelengkap dalam 'negeri' yang memadai untuk dapat bersaing.

Sebaliknya klo ekspor diperbanyak berarti dapat menambah ketersediaan lapangan kerja baru dan berkembangnya industri pendukung.

Pada akhirnya, item ekspor impor juga belum perlu dilakukan klo stok di daerah tujuan masih banyak. Tapi hal ini menyangkut juga dimana positioning strategy dan efisiensi dari industri yang terlibat (lokal atau global).

Kalo ada brosis, suhu2 ekonomi atau praktisi2 di bidang eksim yang lebih kompeten, sila share ilmunya dan menambahkan.

* Bonus:
- Tips sehat

1. Minum dua gelas air setelah bangun tidur dapat membersihkan organ-organ internal tubuh.

2. Minum segelas air sebelum mandi, dapat menurunkan gejala tekanan darah.

3. Minum segelas air sebelum tidur dapat mencegah stroke dan serangan jantung.

(Share: sumber)

- Doa Anti Stroke

Selesai shalat shubuh baca:

"Subhaanallaahil 'adziim wabihamdihi" 3x, lalu baca "Allaahumma innii as'aluka mimmaa 'indaka wa afidl 'alaiya min fadlika wansyur 'alaiya rahmataka wa anzil 'alaiya min barakaatika" (HR. Ahmad no. 19692)

Senin, 07 Juli 2014

[ Etika ] Pelaku penyimpangan, dihukum atau dibiarkan?

stpo sampaha image
Pemerintah harus bertindak tegas thd pembuat sampah sembarangan
Horas,

Ane sih bukane mo sok-sokan (misalnya mo jadi ustadz, motivator, hansip ato apalah hehehe),,,, cuman karena terlalu seringnya orang kehilangan nalar, tidak obyektif dan tidak ilmiah lagi (out of context, salah analogi) maka lahirlah artikel [ilmiah] seperti ini (maapin gue ye, hehehe).

Menurut ane, yang namanya menyimpang itu adalah keluar dari relnya, yaitu filosofi dasar ato asas fundamentalnya.

Ini ndak sama dengan 'berbeda pendapat', karena beda pendapat cuman masalah penafsiran dari cabangnya, bukan akarnya (pondasinya).

Nah masalah yang berkembang, orang sering ndak bisa membedakan antara akar dan cabangnya (ambigu, dualisme perspektif). Jika ada dua aliran, pondasinya sama, tapi ditafsirkan berbeda, imho, itulah yang namanya penyimpangan (cmiiw).

Contoh2 kasus penyimpangan yang harus 'dihukum' misalnya hukuman mati terhadap koruptor di Cina, hukuman terhadap provokator, hukuman partai pada kadernya atau dibannednya seorang user dari media sosial karena dianggap melanggar filosofi socmednya dll.

Terus bagaimana dengan fenomena prilaku sosial yang menyimpang dalam masyarakat? Apa perlu dihukum/ditertibkan?

Selasa, 01 Juli 2014

[ Telaah ] Cacat demokrasi: Cerminan potret Batman vs Joker

batman vs joker image

Veni Vidi Vici,

Ungkapan populer dari abad sebelum masehi diatas mungkin cocok untuk menggambarkan betapa 'dahsyatnya' pertarungan diantara awak kapal bangsa untuk 'memperebutkan (kue) kepemimpinan'.

Tahu Batman kan?

Do'i digambarkan sebagai sosok yang tegas, cerdas, lugas, taktis, independen, tanpa kompromi, pembela kaum yang lemah.

Sementara Joker, kalo diterjemahin artinya adalah penghibur alias pelawak/badut aka pekerja seni yang kreatif dan akrobatik melakukan manuvernya.

Nah dalam konteks kepepimpinan nasional, yang sedang dicari sebenarnya seorang komandan atau penghibur? Atau mungkin seorang leader yang menghibur? Menghibur untuk apa?

Klo sekedar pingin hiburan, tentu kita bisa nonton acara2 lawakan di televisi. Yang bisa nglawak tuh banyak. Yang bisa mimpin? [mimpi dulu kali yah? ^_^]

Nah disinilah letak lemahnya konsep demokrasi yang mana sesama anak bangsa seolah diadu dan ngotot untuk 'saling memusuhi & saling membunuh' satu sama lain. Lha nek ngono opo gunane bang?

Demokrasi melahirkan persaingan dengan sistem voting (yang berpotensi menyerang satu sama lain), bukan musyawarah untuk mufakat murni, padahal katanya menganut asas Demokrasi 'X'?

Jika konsepnya musyawarah untuk mufakat, tentunya dicari solusi yang terbaik donk dari dan untuk semua/masing2 golongan.Seperti kata sebuah ujaran:

Tips bagi orang beragama menghadapi sebaran isu nasisme

dani image

Benvenuto,

Bagi kebanyakan rakyat Jerman sana, isu nasisme mungkin bisa dibilang sensitif, tapi bagaimana dengan di negara kita?

Jiah,,,,kita olang mah kagak peduli begitu2an,,,wong kagak ada urusane lagee  * lagi pada 'cibuk cendiri2 cari cecuap' nasi jeh ...mantaf pakne segone kuwi hehehe...*

Yo'i, tapi klo disurvey, keknya mayoritas bahkan seluruh rakyat Indonesia ndak menyukai nasisme deh?!

Tapi ada suatu anomali, ada pengamat politik yang menyatakan ada kemungkinan bahwa bahwa ideologi nasisme akan berkembang di Indonesia.

Weleh2...ajib banget bro hipotesisnye!,,, * kecurigaan yang ndak berdasar, ato subyektif ato beneran nih? *

IMHO, jika all or mayoritas rakyat Indonesia ndak suka nasisme, masa iya calon pimpinan nasional kita akan memunculkan isu-isu yang ndak disukai rakyatnya sendiri?  * coba aja deh survey kalo gak percaya *

Kamis, 19 Juni 2014

[ Selingan ] Blusukan atau kerja di kantor, baik mana?

Aureola amigo,

Awalnya judul artikel ini mo dibuat seperti ini: "Blusukan atau kerja di kantor, enak mana gan?", tapi ndak jadi, karena akan kehilangan esensi/potensi ceritanya...

Ya iyalah bro, udah tentu banyak orang akan menjawab enakan kerja di kantor kalee,,,,coz "blusukan" konotasinya adalah sebuah aktivitas yang mengandung makna "kesusahan/rumit", "penuh keringat" dan "kumuh" hehehe... (contoh: blusukan ke pasar, ke gudang, ke tempat2 becek, ke tempat2 sempit dll).

Beberapa pekerjaan yang terkait dengan "blusukan" seperti misalnya:

- Pengamen
- Pemulung
- Petugas survey
- Tukang sampah
- Sales
- Sidak pejabat

Sementara kerja "kantoran" biasanya seperti berikut:

- Admin
- Guru di kelas
- Programmer/desainer
- Tukang cukur
- Akunting
- Peneliti/analis

Adapun beberapa manfaat dari kerja "blusukan" (terutama bagi para pejabat) misalnya:

- Mengetahui kondisi riil masyarakat yang sebenarnya
- Menambah keakraban
- Menaikkan popularitas seseorang

Sementara dampak "negatifnya":

- Kesannya ndak mempercayai dan ndak memfungsikan bawahan
- Kesannya lebih hobi jalan2 sambil cuci mata, nyantai
- Kesannya gaptek, karena seharusnya bisa pake CCTV, SMS Center dan program online (seperti E-gov)
- Menambah anggaran untuk berpergian/keluyuran

Sementara kerja kantoran akan memiliki "poin2" keuntungan seperti:

- Ndak kepanasan dan kehujanan
- Bisa sambil maen game, facebook-an, internetan bahkan nonton TV
- Pendapatan lebih pasti/jelas

Nah beberapa karakter/motif dari "pejuang" blusukan dapat disebutkan karena...

- Tidak menyukai rutinitas atau terikat kantor
- Suka tantangan
- Hobi ngobrol dan suka kenalan (secara realtime a.k.a kopdar)
- Tidak terlalu suka berpikir, berhitung atau menyusun konsep
- Lagi kampanye

Jadi baek yang mana? Tergantung...

* semoga bermanfaat *

Jumat, 13 Juni 2014

[ Kajian ] Jangan jadi Pemimpin yang Out of Contect deh... [kompilasi]

http://rudicahyo.com/wp-content/uploads/2013/11/Profesi-Guru.jpg
@All,

Ane ndak menggurui loh ya [karena ane bukan guru], ndak mencela juga [karena ane bukan politisi]...cuman buat kritik pembangunan aja koq [sesuai header situs ini].

Hanya uneg-uneg dari seorang blogger jemuran dan rakyat pinggiran [bukan basa-basi, tapi apa adanya].

Mari ane cuplikkan kisah-kisah yang menarik sebagai berikut:


Kisah 1,

Kisah ini hanya terjadi di Republik Dagelan [semoga kisah ini ndak terjadi kedepannya].

Alkisah, disana pernah lahir seorang pemimpin yang dianggap 'kurang relevan' [maksudna apa nih?], berikut nih kisahnya...

1. Pemimpin itu ternyata ndak bisa mengukur kapasitas dirinya [sudah pantaskah jadi pemimpin? atau terlalu cepatkah?]

2. Ndak mandiri juga [masih bergantung pada orang lain [baca: kelompok atau negara lain]]

3. Ambisius dan oportunis lagi [untuk memperkaya diri dan kelompoknya/gila hormat]

4. Senangnya bernostalgia ke masa lalu [bukannya bicara konteks kekinian]

5. Klo ngegosip kagak mo kalah [daripada mencari solusi]

6. Sukanya mendompleng popularitas [kemasan bagus tapi ro ono isinya]

7. Senang berjanji dan bicara bombastis [tapi ndak ditepati dan ndak ada hasilnya]

8. Senang bicara OOT [bicara sedikit tapi dianggap bener/ngeles.com]

9. Senangnya menjual aset umum [istilahna bukan B2B, tapi B2P a.k.a P2B /Politic to Business]

Kesimpulannya, jangan terulang kembali.


Kisah 2,

* Thalut: seorang raja yang dijanjikan *

Thalut adalah seorang yang bertubuh tinggi, tegap, alim, dan sangat cerdas. Dia tinggal dan bekerja dengan ayahnya di ladang kepunyaan mereka.

Ketika ia ditemui nabinya bahwa dia telah terpilih sebagai raja yang bertugas untuk mengurus kaumnya, menyatukannya dibawah satu bendera dan melindunginya dari musuh2nya, Thalut sangat terkejut dengan tanggungjawab berat tersebut. Thalutpun memprotes sang Nabi bahwa dia hanyalah rakyat kecil, tidak memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan dan tidak memiliki kekayaan. Namun sang nabi meyakinkannya bahwa Tuhan telah memilihnya.

Kemudian Thalutpun didatangkan kepada kaumnya, kaum itu bertanya: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?"

Kemudian nabi mereka menjawab bahwa Thalut telah dianugrahi ilmu yang luas dan tubuh yang kuat.

Pelajaran yang dapat dipetik, seorang calon pemimpin ternyata ndak hanya diperhitungkan dari pengalamannya ajah, tapi juga dari mentalitas atau bakat leadership/kenegarawanan, keyakinan yang teguh, dan juga wawasan yang dimilikinya.  


Demikianlah Sang Satria Piningit akan muncul, yaitu seorang nabi akan menyertainya dan ciri-ciri fisiknya mirip dengan raja Thalut diatas.


Kisah 3,

Ada seorang penyembah batu di suatu masa. Setelah beliau berubah menyembah Tuhan Yang Maha Esa, maka dia kelak menjadi khalifah/raja kedua di masanya. Dia adalah Umar bin Khatab.

Manfaat yang bisa diambil, jika seorang sudah bertobat atau sudah berubah, bahkan sukses, maka ndak ada alasan lagi mengungkit-ungkit masa lalunya sebagai seorang pemimpin.


Yapz...ane tidak sedang BC atau mengkultuskan seseorang [karena nih cuman sekedar kompilasi isu selama ini, sesuai judul]. Tapi siapapun ente, jika nanti terpilih menjadi pemimpin, berjanjilah pada Tuhan Yang Maha Esa bahwa ente tidak akan membuat negeri ini menjadi rusak gara-gara ente [klo perlu sumpah pocong,,,,ngoahehe]

Seperti kata om Iwan [Fals] yang pernah bersyair: "...Bicaralah yang lantang, jangan hanya diam..."

So, aku rapopo... [mosok?]

Rabu, 11 Juni 2014

Tips memilih Calon Pemimpin [berlaku dimana aja]

http://mnurmusa.files.wordpress.com/2014/04/pohon.jpg?w=698
Ngene ae bro,

Kalo emang niatnya demi perbaikan, maka landasan berpikirnya harus jelas. Smoga suara rakyat jelantah, eh jelata seperti saya ini didengar oleh banyak orang. Seperti kata pepatah usang:
"Suara rakyat adalah suara Tuhan"
Nah seperti apa sih poin-poinnya? Nih dia...

1. Strata tertinggi dari syarat yang diacu dalam penilaian adalah, seorang pemimpin atau calon pemimpin itu harus memiliki iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasannya. Kalo landasan ini tidak ada/tidak jelas, bagaimana bangunan itu akan ditegakkan/(terus) berdiri? 

Memang iman tiap orang itu tidak sama (naik turun). Tetapi iman akan berguna agar orang tetap rajin beribadah, dan sebagai reminder jika seorang pemimpin itu melakukan kesalahan (khilaf).

* kalo penulis mah masih sering khilafnya, makanya gak nyalonin wkwkwkwk *

Bagaimana mengupgrade iman itu? Tentu saja dengan (menambah) ilmu.

2. Setelah iman, urutan kasta ke-2 yang dinilai adalah akhlak. Akhlak secara simpelnya adalah masalah karakter atau tabiat, bisa bawaan atau binaan. Misalnya akhlak sopan, ramah, supel, charming, rajin, tegas, adil dan jujur (proporsionalitas).

Seperti kata petuah jaman dahulu:
"Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa"
Tetapi akhlak bukanlah segalanya, jika tidak disertai iman dan ilmu/kaidah alamiah. Makanya akhlak menempati urutan kedua. Seperti kata pepatah:
"Yang baik itu belum tentu benar. Tapi yang benar pasti baik"
3. Urutan ketiga yang dinilai dari seorang calon pemimpin itu adalah ilmu yang dimilikinya, atau wawasannya. Karena bagaimana mengetahui iman dan akhlak/perilaku/keputusan yang diambilnya itu sudah benar/tepat? Tentu dengan ilmu. Ilmu itu bisa berupa pengalaman, gagasan atau pembelajaran yang dimilikinya.

Memang batas-batas poin diatas sangatlah tipis dan seperti beririsan satu sama lain. Seperti kata idiom usang:
"Duluan mana telur atau ayamnya?"
Sebenarnya nih cuman masalah sudut pandang sajah. Karena kita sedang menilai suatu 'barang jadi', bukan prosesnya.

Nah sesudah ketiga unsur internal diatas menjadi bahan pertimbangan dalam menilai calon pemimpin, maka baru faktor2 lain (eksternal) diperhatikan. Seperti tentang ideologi dan latar belakangnya/track record, kinerja atau prestasinya. Dan juga team worknya, siapa pendukungnya dan apa motivasi pendukungnya/team worknya.

Nah urutan penilaian ini jangan dibolak-balik! Meskipun nantinya calon yang ada belum memenuhi kriteria yang ideal seperti yang diharapkan, urutan pengujiannya adalah tetap seperti diatas!! 

Manakala katakanlah ada 2 kandidat calon yang dipilih, dan ternyata setelah ditimbang-timbang, bobot/kriteria internalnya ternyata relatif berimbang satu sama lain, maka barulah dibandingkan kriteria2 eksternalnya.

Seperti pepatah bilang:
"Buah akan jatuh tidak jauh dari pohonnya"
Jikalau seorang kandidat 'dilahirkan/diciptakan' dari lingkungan komunal tertentu, maka seperti itulah karakter kelompok pendukungnya, yaitu memiliki kesamaan tabiat diantara para anggotanya.

Jadi demikianlah konsistensi poin pokok penilaian yang harus dilakukan. Setelah itu barulah DAPAT/BOLEH dipertimbangkan poin pelengkap lain seperti kesamaan visi, konsep, suku, ras, daerah, asal-usul, nasib dst.

Berikutnya adalah sebuah contoh kasus yang menarik untuk disimak:
Ada seorang kandidat yang 'dinilai/diduga' bermasalah, misal 'pernah' melanggar HAM di masa lalu (dan atas perintah siapa?).

Lha terus piye jal?

Ya gampang ajah bro. Kan baru diduga, blom ditahan/diproses?

Jikalau nantinya sang kandidat ini akhirnya ditahan juga, toh kan masih ada penggantinya, yaitu para kader dari pendukungnya?
Istilah populernya:
"Mati satu, tumbuh seribu"
Tinggal bagaimana mengatur mekanismenya ajah koq.

Nah bro, masih bingung atau sudah jelas pembahasannya?

Kalo masih blom jelas, silahkan bro mengupgrade ilmu sebanyak-banyaknya. Informasi banyak koq kalo mo cari....Dan sesudah berikhtiar optimal, maka kita serahkan saja pada yang diatas. CMIIW

;-)

Minggu, 08 Juni 2014

[ Selingan ] Be the best or do the best?

Streetfigterman VS Sang Pertapa image
Maksute iki opo cak?

Sebenernya apa yah yang bisa kita simak dari dua istilah diatas?

Straightforward, "Jadi yang terbaik" kayaknya agak kepreman-premanan gichu atawa jor-joran. Kosakata yang berhubungan misalnya:

"Lo jual, gue pasti beli.."
"Emeng gue pikirin?"
"Apa urusan eloe? Terserah gue dong!"
"Duit-duit gue"
"Kalo nggak gue jangan harap"
"Pokoknya gue banget gitu loh"

Sementara "ngerjain yang terbaik" keknya lebih tau diri deh, lumayan toleran, n lebih hemat bro. Kosakata yang berhubungan misal:

"Mari kita coba..."
"Bagaimana solusinya?"

Tapi solusi tetaplah solusi. Sebagus apapun ide, opini, sketsa, konsep, teori, doktrin kalo ndak dikerjain ya ndak bermakna-makna apa-apa selain menjadi penunggu gudang... * life is not theory but action *

Yah, namanya juga cuma selingan bro, kagak usah dianggap kek gimane-begimana gitu tulisannye, woles ajalah...tapi klo mo diseriusin yah mangga-mangga ajahlah...ngoahihi

Kamis, 05 Juni 2014

Logika matematika melawan Kampanye Hitam

pool8 image
Pluralisme dalam game bilyar
Gini pren,

Anggap contoh permainan bola bilyar sebagai nilai kebenaran. Nah jadi  apapun yang berhubungan dengannya termasuk atributnya seperti tata-tertib atau peraturannya 'pasti' benar.

Didalam logika matematika klub bilyar ini terdapat 4 elemen/anggota yaitu A, B dan C dan Dewan Pengurus (DP).

Suatu ketika A absen, ketika ditanya oleh DP, A menjawab klo ndak bermain bilyar (dulu) karena uang sewanya untuk biaya berobat. Nanti klo sudah ada uang, dia katanya mo maen bilyar lagi.

B juga ditanya pengelola mengapa dia tetap bermain bilyar. Jawabnya karena untuk refreshing setelah bekerja seminggu nonstop di tempat kerjanya.

C juga ditanya ternyata dia ndak suka bilyar (lagi) dan mau main yang lain saja, yaitu Road Race.

Maka nilai kebenarannya dari contoh kasus diatas hanya dihasilkan oleh A dan B saja meski konteks dan tingkatannya berbeda. Lha C bagaimana?

C perlu diadili di meja bilyar, eh 'meja hijau' oleh DP berdasar tartib karena diduga tidak memenuhi 'unsur-unsur' dalam atau berkenaan permainan bilyar tadi. Si C juga perlu diberi info atau bukti lengkap tentang permainan bilyar (jika belum tau) termasuk sejarah dan sangkut paut dengan permainan lain, kalo memang ada.

Akhirnya C bisa saja dianggap 'tidak bersalah' dan bernilai benar jika C (termasuk A dan B juga) tidak mengganggu (baik langsung maupun tidak langsung) terhadap permainan klub bilyar (sesuai tartib) yang dianggap sebagai nilai kebenaran tadi.

Dalam hal ini A, B dan C terlihat saling plural satu sama lain. A, B, dan C jika berselisih juga dapat dipertemukan dengan DP. Sementara DP dapat juga digugat anggotanya jika tidak sesuai tartib. Bahkan tartib juga dapat direvisi bersama jika out of date alias tidak relevan lagi (kecuali jika tartib yang ada adalah nilai kebenaran mutlak).

Jadi untuk melawan adanya black campaign tanpa mengganggu makna pluralisme maka buat/sediakan saja regulasi tegas (jelas batas) yang mengikat bagi seluruh anggota.

Bayangin ajah klo klub bilyar tadi adalah sebuah negara, propinsi, kabupaten, kelurahan, rukun warga atau rukun tetangga...

R.U.READY?

Rabu, 14 Mei 2014

[ Ulasan ] Perang pabrikan: Pada tingkat tertentu bisa saja terjadi koalisi,,,

http://asjapinstitute.files.wordpress.com/2011/11/sumpah-okkkk-1.gif?w=300
Bro sam sekalian,

Mungkin ndak terlalu mengherankan kalo pada tingkat prinsipal bisa saja terjadi kerjasama di antara para pelaku usaha.

Gampangannya begini, si A akan membuat produk yang terkesan biasa-biasa saja supaya si B bisa membuat produk yang 'luar biasa'. Demikian juga dengan si C, produknya akan memiliki diferensiasi (entah banyak atau sedikit) daripada si A atau si B.

Nah maksud kerjasama ini adalah agar Market Share hanya berputar pada A, B dan C saja (yang mungkin hanya berasal dari 1 domain/negara saja).

Jadi akibatnya produk si D, E, F dst menjadi mati kutu menghadapi kapitalistik semacam ini. Yang lebih parah lagi, pada tingkat akar rumput (baik karyawan dan konsumennya) akan cekcok satu sama lain memperebutkan 'pepesan kosong' karena tidak menyadari adanya sebuah pola divide at impera dari tingkat atas (sengaja disembunyikan).

Belum lagi (pada tingkat ekstrim) jika para konglomerasi tadi ternyata membayar provokator agar 'perang' tetap berlangsung sehingga produk A, B dan C tetap eksis.

Mungkin nanti tiba saatnya 'perang' akar rumput ini akan berakhir. Dan sudah saatnya pula membangun dan menikmati produk-produk nasional tanpa selalu bergantung pada produk impor.

Toh fungsi sandang, pangan dan papan pada umumnya hanya untuk mempermudah aktivitas saja, bukan untuk gaya-gaya-an ajah.

Kata Pak Guru, "Andakah kelinci percobaan itu?"

Cheerio...

[ Anekdot ] "Democrazy", pesta para mania?

http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&docid=lq4SDUfruSp7YM&tbnid=_sVoPOZ06yaaqM:&ved=0CAgQjRw&url=http%3A%2F%2Fironman.wikia.com%2Fwiki%2FFile%3AIron_man_the_game_1.jpg&ei=zvFyU_7_J8yhugSbuYDwBA&psig=AFQjCNEdQvcKNQgb_6Vjs9lV6AvxePmHIA&ust=1400128334890732

* demo = menunjukkan, unjuk perasaan.
* crazy = berlebihan, hilang kontrol.

Konco2 lan bolo2 kabeh,

Sebenarnya ndak ada yang salah kalo seseorang itu suka ma sesuatu. Lumrah (alamiah) koq kalo kita punya 'sesuatu' sendiri2.

Yang salah itu klo berlebihan, yaitu ndak mau mengakui kekurangan ndiri trus ditutupi dan bahkan dijadikan senjata untuk nyalahin yang lain.

Nah, kalo 'ngritik/nyindir' sesuatu apa masuk berlebihan nggak yoh?

Iya ndak juga lah, sepanjang tetap disampaikan dengan 'bahasa' sewajarnya (fun-fun ajah/pake remote control) dan sesuai kenyataan yang mana ajah (proporsional).

Jadi yang namanya netral/independen itu bukan berarti ndak punya sikap atau tujuan. Netral itu hanya suatu patokan agar ndak berlebihan (timbul perasaan ndak wajar) dan bisa tetap berimbang (masuk akal).

Justru yang bahaya (crazy) klo ndak punya pendirian jelas a.k.a ikut-ikutan. Iya klo yang diikutin itu bener, lha klo sebaliknya?

Lha terus dimana lucunya artikel ini seh? Lucunya ya karena ternyata nggak ada yang lucu bro.....

* ngacir *

Minggu, 11 Mei 2014

[ Ulasan ] Honda (AHM) vs Yamaha (YIMM): Efektif itu perlu bro,,,(kilas balik)

http://motogokil.files.wordpress.com/2014/04/balap-burung-unta-3.jpg?w=350&h=200&crop=1
* sorry mas brai, lom sempat betulin gambarnya wkwkwk *
Poro derek sekalian,

Dalam era kompetisi berbagai cara ditempuh untuk memenangkan persaingan. Tetapi (sudah hukum alam) sangat jarang seseorang atau perusahaan yang ahli atau bisa unggul di semua lini.

Alih-alih memboroskan enerji dan sumber daya, lebih baik fokus dengan tujuan yang ada, yaitu kemenangan total/kumulatif atau kemenangan tunggal sebagai tujuan akhir yang dipilih.

Nah berkaitan dengan "perang" Honda vs Yamaha ini (bukan provokasi lho yah...:) ) mungkin ada yang puas ada yang tidak. Itu biasa, sesuai alinea satu diatas.

Dimulai ajah saat si ramping Old Vixion mbrojol dan diikuti New Megapro yang mengambil perspektif moge-look ala CB400F atau CB300R dan CBX250. Ternyata pemenangnya adalah si Vixi, dibantu second lineupnya, yaitu sang Byson.

Setelah beberapa tahun berlalu perlu ada refreshment. Yamaha mbrojolin New Vixion (tampilan motor sport racing) dengan harapan agar maniak motor ban gambot tapi dengan harga medium berpaling padanya.

Sayang, Honda berhasil membalas Yamaha, yakni 'menekuk' Old Vixion dengan gen CB-nya yang pernah menjadi legendaris, yaitu dengan mbrojolnya CB150.

Pamor Old Vixi kian pudar, sementara CB150 siap menjadi legenda baru menggantikan CB100. *cie-cie*

Akibat "provokasi Honda" ini, pasar sport Yamaha mulai bergoyang-goyang, karena si CiBi bekerja ndak sendirian tapi ditemani saudaranya dari gen GL, yaitu dik Versa yang coba membantu kakaknya.

Merasa eksistensi semakin terancam (wuih, makin serem ajah nih), Yamaha mbrojolin lagi R15 lokal lebih awal, yang ternyata sudah diantisipasi Honda dengan proyek lokal K45.

Tidak puas dengan R15, secara cepat R25 dual silinder (kelas premium) juga siap dibrojolin dengan desain yang hampir mirip-mirip NVL buritannya.

Nah lagi-lagi Honda/AHM juga gak mau kalah yaitu mbrojolin refreshment CBR250 bahkan lebih awal dari R25 (konon tanggal 14 mei 2014).

So,,, dititik ini siapa pemenangnya?

Kelebihan R25 selain double cylinder adalah desain yang lebih tajam, namun bisa membuat bingung calon konsumen NVL dan R15, lha koq iso yo desain koq mirip-mirip yo?

Sementara New CBR250 terkesan klasik (proyek pahe, imho), tetapi memiliki kelebihan 1 silinder (irit) dan backhand grip yang secara efisien dapat diterima pasar global.

Lho koq bisa?
[fbh: mode on]

Ya iyalah....diluar negeri sono motor 250cc mah untuk kelas entry level. Jadi penggunaan behel/flanker tentu berguna untuk mengikat barang dagangan, narik odong-dong atau jualan siomay (value for money)....bedalah dengan kita-kita yang cuma wat gaya-gaya-an wae (kacian deh..:-( ).
Dan ingat juga bro, klo pasar global juga mulai ngetrend ke 300cc (pasar low end juga)!

So,,, apakah perang telah berakhir? Siapa penguasa MS Sport (kelas 150-250cc) tanah air atau global nantinya?

Belum! "Perang" belum berakhir...

Kombinasi amunisi Yamaha dalam negeri sudah paten --kecuali mau ngoyo wat upgrade Scorpio dengan mesin WRX250 misalnya atau buat mesin tandingan Versa--, sementara AHM atau Honda masih mempunyai kartu truf, yakni New CBR250 lokal reborn atau New Tiger FI 250 cc yang dipasangi mesin NSF250 yang sudah usang diluar negeri....!!

* ngibrit.com *

>> Bocoran Calon Penerus Honda Tiger

Jumat, 09 Mei 2014

[ Ulasan ] CB150r itu tidak perlu memakai ban velg lebar!

http://www.semisena.com/wp-content/uploads/2014/01/Honda-CB150R.jpg

* sekedar uneg-uneg *

Mamang dan eneng sekalian,

Pernah saya baca-baca ada artikel yang menulis perbandingan CB150 diadu dengan NVL sama-sama memakai ban velg lebar (mungkin untuk membuktikan mana yang lebih jago balap ya). Hasilnya saya lupa, cuma menurut saya koq jadi mubazir?

Simpelnya, setiap tunggangan sudah sesuai dengan kodrat, dan pabrikanpun tentu sudah menghitung komposisi terbaiknya. Mari kita bahas beberapa diantaranya, dengan parameter dimensi body vs nilai estetikanya (versi BA.com tentunya).

Kamis, 08 Mei 2014

Tips menghadapi sales 'nakal'

http://lh4.ggpht.com/-INnbpe_Shms/Uh8wV0WVBYI/AAAAAAAABh4/Is0IWz5QTWA/Rumus%252520matematika_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800

Dear kangbro dan mbakyu sekalian,

Tidak semua sales itu 'nakalan'. Tapi kali ini saia akan coba memberikan tips bagaimana menghadapi sales yang suka merayu kita sebagai calon konsumen, termasuk juga menghadapi jurnalis-jurnalis media yang sering membuat sensasi dalam berita2nya (maklumlah bro, biar dagangannya laris) ;-)

Caranya cukup simpel yaitu ajukan "10" pertanyaan kepadanya, terdiri dari 10 kelebihan dan 10 kekurangan produknya.

Kalo basa-basinya terlalu banyak, ya pake saja kombinasi 5-5, yakni tetap 10 pertanyaan. Kenapa 'harus' 10?

Karena bilangan 10 dan kelipatannya adalah bilangan 'sempurna' (genap/utuh). Tetapi kalo lagi gak mood, ya turunkan saja menjadi 7 pertanyaan.

Mengapa 7? Ya karena 7 adalah bilangan 'alamiah'. 7 lapisan atmosfir di bumi, 7 warna pelangi, 7 tangga nada dan 7 hari dalam seminggu adalah fakta-fakta yang sangat alami. Kombinasinya adalah 4 kekurangan dan 3 kelebihan. Lho koq gitu?

Sudah jamak orang berpikir klo sebelum mengambil keputusan, biasanya berpikir kemungkinan jeleknya dulu sebanyak-banyaknya (faktor resiko).

Tetapi kita juga tetap harus berpikir positiflah (iyalah bro, namanya buatan manusia kagak ada yang sempurna). Karena itu jika kita menemukan 3 kelebihan, maka memiliki poin yang berimbang dengan 4 kekurangannya.

Terus mungkin juga ada yang nanyak napa nggak 9 atau 1 pertanyaan saja? Yak kalo 9 kan sudah ada 10, napa gak sekalian? Lha kalo 1 juga  terlalu sedikit, buat apa juga. 1 juga bilangan Tuhan. Tuhan tidak ditanya, tetapi kitanya.

Trik ini juga sebenarnya juga bermanfaat bagi salesnya sendiri (self-koreksi), agar tidak suka-suka menampilkan info yang menyesatkan (istilahnya talk more, do less). Demikian juga user akan semakin cerdas dan terdidik sebelum memutuskan pilihannya.

Yapz. Ini hanya sekedar share ide ajah. Karena itu mangga klo ada ide lain yang lebih baik menurut brosis masing2. Semoga bergoenah dan selamat dikoenyah-koenyah. 

Minggu, 04 Mei 2014

Sekilas belajar Otomotif bagi pemula (atau orangtua?),,,CMIIW

http://bukanalay.wordpress.com/image
* ojo ditiru rek *

Abang dan noni sekalian,

Bagi yang pemula kayak saya, penulis tampilin sedikit tautan (atau rangkuman) untuk baca-baca saja (bukan disingkat bc-bc ya wkwkwkwk) * bagi yang mo nambahin tautan silahkan *

Sejarah

Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta serta biaya operasionalnya cukup hemat. (more...)

Teknik otomotif

Teknik otomotif adalah salah satu cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membuat dan mengembangkan alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama sepeda motor, mobil, bis dan truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanika, listrik, elektronik, keselamatan dan lingkungan serta matematika, fisika, kimia, biologi dan manajemen.

Cabang-cabang dari teknik otomotif meliputi :

    Perencanaan (product atau design)
    Pengembangan (development)
    Produksi (manufacturing)
    Perawatan (maintenance)

Di Indonesia saat ini cabang yang sangat berkembang adalah perawatan dan umumnya mengenai perawatan mobil dan sepeda motor. (more...)

Mengenal arti cc pada mesin motor

Mungkin kita semua sering mendengar sebuah merek motor dengan diikuti sebuah kata cc. Misalnya Yamaha Jupiter 110cc, Honda Supra X 100cc, Kawasaki Ninja 250cc dan banyak lagi.

Tapi tahukah anda apa yang dimaksud dengan istilah cc pada bagian belakang nama merek motor diatas??

Oke kita bedah yuk arti Cc tersebut…

Cc adalah satuan volume singkatan dari centimeter cubic.pada mesin motor sendiri cc adalah satuan volume silinder pada sebuah mesin.

Kemudian bagaimana kita bisa tau kalau sebuah motor punya besaran cc misal 125cc, 110cc, 100cc dan lain sebagainya???

Untuk mengetahuinya ada sebuah rumus yang kita gunakan (more...)

Apa arti makna dari akselerasi dan torsi?

Apa artinya?

Akselerasi artinya adalah pertambahan kecepatan.

Sedangkan "Top Speed" atau kecepatan puncak adalah kecepatan maksimal yang bisa ditempuh oleh sesuatu yang bergerak.

Semakin baik akselerasi yang dimiliki oleh suatu kendaraan, maka akan semakin cepat kendaraan itu meningkatkan kecepatannya. Ingat, bukan semakin cepat secara keseluruhan, melainkan pertambahan kecepatannya yang semakin baik.

Kendaraan yang akselerasinya baik, belum tentu memiliki kecepatan puncak yang tinggi. (more...)

Kombinasi silinder pada mesin motor 4tak

Anda punya pilihan. Suara yang nyaring atau performa maksimal – tetapi Anda tidak dapat memilih dua-duanya. Silinder yang lebih sedikit, bersuara besar dan berkaitan dengan sikap (atitud) pengendara motor dan budaya cruiser. Tetapi silinder yang sedikit  membatasi rpm maksimal sepeda motor.

Ini berdampak pada performa, akselerasi, power dan torsi. Namun pada putaran rendah  hanya ada sedikit untuk pilihan antara 2, 3 dan 4  silinder-.. biasanya 2 silinder memberikan torsi lebih pada putaran mesin rendah. (more...)

Rake and Trail : mengenal dua parameter penentu Handling dan Cornering

Apa yang membuat satu motor berbelok lebih baik dari motor lain? Apakah kemudi berat? Apa karena “rake” dan “trail” nya?

(more...)

“The Best Engine” Bukan Mesin Motor Biasa, Tetapi VR6 Engine

Bila kita ditanya mesin yang baik bagaimana, maka jawabnya adalah mesin yang powerfull dan efficient, yaitu sebuah mesin yang bisa bikin motor kencang dan irit. Dari kedua paramater tadi (power dan efisiensi) maka kita bisa melihat dari sebuah aspek saja atau kombinasi dari keduanya. Jika ingin mesin paling besar powernya yang yang paling besar cc dan paling banyak silindernya. Jika ingin mesin yang paling efisien, yang yang paling kecil cc nya, satu silinder dan paling irit/lemot. Mesin yang baik harus bisa memadukan keduanya, powernya besar dan relatif paling efisien di kelasnya. (more...)

Ada Sesuatu yang Menakutkan Bagi Kompetitor dalam ...

Dengan EMS yang baik, maka injektor akan mengeluarkan bensin seperlunya. Misalnya ketika ngerem, ketika menikung dan lain2, sehingga bisa semakin irit. Bahkan dengan kombinasi rugi2 yang lebih kecil, campuran bisa dibuat lebih kurus (irit) tanpa menurunkan power. (more...)

Akhir kata, dalam "adu balap di arena manapun (trek panjang)", efisiensi (durabilitas/konsistensi) mestinya lebih baik daripada kecepatan (speed) dan kekuatan (power) semata. Yo po ra sih???

Sabtu, 12 April 2014

Mobil ini pada kemana? Ada yang tahu? Eh, ada wakil rakyat koq nyopir sendiri ...

http://taufikh.files.wordpress.com/2009/07/arina.jpg
"Mobil yang rencananya akan dipajang sebanyak tiga unit di Indonesia International Motor Show 2009 (IIMS) nanti akan mulai produksi massalnya tahun 2010 dan diperkirakan akan menghasilkan 30 Unit perbulannya."
Mantaf.... made in (lokal) indonesia..Patut dipertimbangkan untuk dikredit, xixixi....

Okay, lanjut ... ngapain pake mobil besar tapi cuman diisi satu orang a.k.a sopir? Wat wakil rakyat yang katanya jadi contoh buat rakyatnya,,,, dah bikin macet jalan (jalan tambah penuh akibat dimensi mobil), nambah stok polusi, ngabisin BBM subsidi, eh dipake di jalan sendirian?

Wakil rakyat koq ndak efisien (digaji tapi minim prestasi, ngebut lagi), apa kata bang dorna? hahay.... * just my opinion *

Pricing strategy, sebagai salah satu komponen penjualan ...

njkb / nilai jual kendaraan bermotor image

Disarikan dari ini,

Salah satu keputusan paling rumit dalam upaya memasarkan suatu produk atau jasa adalah menentukan harga jual, atau biasa disebut “Pricing Strategy”. Para pengusaha seringkali dihinggapi keraguan dan pertanyaan, apakah harga jual yang ditetapkan bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan secara finansial atau tidak.

Harga jual yang rendah mungkin akan disambut baik oleh konsumen, namun belum tentu bisa memberikan keuntungan yang diinginkan. Sebaliknya, produk dengan harga jual tinggi diharapkan bisa memberikan keuntungan, namun mungkin tidak banyak dibeli.

Ada berbagai macam metode strategi penentuan harga yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Namun sebelum membahas hal tersebut ada baiknya mengetahui faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat menetapkan harga jual. Faktor-faktor tersebut berasal dari dalam perusahaan (faktor internal) dan dari luar perusahaan (eksternal). Faktor internal relatif lebih mudah dikendalikan. Sedangkan faktor eksternal tidak mudah untuk diprediksi.

Jumat, 11 April 2014

Performa CBR150 lokal akan diatas CBSF ... 18, 19 atau 21dk?

* pojok opini *
https://warungasep.files.wordpress.com/2014/04/c7.jpg?w=474

Kangmas dan nimas sekalian,

Sebenarnya gampang aja membuat sebuah killing machine. Tembak desain lawan (cloner), kemudian upgrade mesinnya. Juosss.... tapi bensin gak bisa ngecer, khan DOHC? hehehe

Oyi, gw mo bahas sebuah konsep seperti apa desain mesin produk The Next CB150r, yang berangkat dari niatan AHM sebagai maskot 'The 150 Killer Machine' ini.

Jika CB150r adalah versi pahe dari CBR150 CBU, maka nantinya CB150rr+ (CB full fairing) adalah upgrade/major change dari CB150r. 

Menelisik harga CBR150 yang di Thailand dijual pada kisaran harga 20 jutaan (kurs ke rupiah), CBR150 lokal di dalam negri juga bakal dijual dengan kisaran harga yang sama pula (kan sudah proyek lokal?). * ngarep.com *

Spek mesinnya bisa jadi akan setara dengan versi CBU (karena total buat sendiri/generate ulang - on scratch) atau hanya sekedar 11-12 (versi CKD atau IKD). Tergantung mana yang lebih murah cost developnya.

Karena spek sudah optimum (kembali ke gen aslinya), maka penggunaan ban gambot, bodi kekar, pake fairing, atau muffler panjang tidak akan terlalu mempengaruhi performa CBR150 lokal. Malah bisa jadi final gear akan diperbesar dari CBSF (atau setidaknya sama) sehingga tarikan tetap nampol diputaran bawah. Kompresi juga akan dibuat sedang-sedang saja, sehingga tidak perlu minum pertamax plus (sesuai dengan kantong masyarakat kita (sesuai target maksudnya,,, hehe)).

Jadi lineup sport gen CB-nya AHM (cc kecil) akan seperti ini:

CBSF (entry level) -> CB150rr (fairing freak) -> CBR150 CBU (exclusive/fanatic user)

CBSF head to head NVL dan CBR150 lokal vs R15. Sedang CBR versi CBU akan membackup MS sport AHM (nilai tambah).

CBR150 lokal untuk tahap awal kemungkinan tidak akan diekspor (karena toh sudah ada versi made in Thailand-nya, yang sudah bisa diterima pasar global). Efisiensilah bro...

Perbedaan hanya di CBR150 CBU, 1 headlamp vs CBR150 lokal 2 headlamp. Jadi nantinya banyak pilihan bagi fansnya ala Ninja 250 series.

Apakah ini sebuah ekspektasi berlebihan atau malah sebaliknya? Yo wis ngene sik wae lah....hehehe

* semoga mencerahkan *

Rabu, 09 April 2014

Polisi tidur dan terob di jalan itu sebenarnya mengganggu,,,[imho]


* Maksud hati ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan, tetapi apa dinyana, jika aplikasi tidak sesuai, ya sami mawon dunkz *

Saudara-saudara satu bangsa,

Terus terang bisa jadi banyak orang risih/ngedumel (dalam hati) dengan banyaknya 'poldur' dan terob pesta perkawinan di badan jalan (umum/yang dibangun oleh pemerintah). Banyak minusnya daripada manfaatnya.

Minusnya (nyang mengganggu):

- Membuat kestabilan berkendara berkurang, sehingga membahayakan keamanan pengendara (motor) secara umum, terlebih jika berboncengan (resiko kehilangan keseimbangan).

- Membuat (resiko) sparepart motor gampang rompal, baret-baret bagian bawah (mis. knalpot) dan komponen cepat goyah/mrotol (akibat sering gentar adanya tumbukan), seperti sambungan2 (termasuk bearings/laher) copot dan baut2 yang lebih cepat longgar. Yaah beli lagi, beli lage deeh,,,borozz coy!

- Membuat pemakai motor akan memakan bahu/trotoar jalan (untuk pejalan kaki) guna menghindari si poldur.

- Membuat pemakai jalan (kendaraan bermotor) harus berputar mencari jalur alternatif (jika ada terob). Dan ini menyusahkan saja, apalagi bagi yang dikejar waktu atau angkutan umum yang mengejar setoran.

* masang terob di jalan (umum) = fasilitas umum -> fasilitas pribadi *

Manfaatnya? * yang poldur *

- Mencegah supaya tidak ada kebut-kebutan.

Itu thok!

Minus = 3, manfaat = 1, minus/mudharat > manfaat. Nah loh!

IMHO, sebenarnya kecelakaan di jalan kecil/tanggung juga relatif jarang terjadi, sekalipun sesekali ada yang ngebut. Ini sebenarnya ASUMSI penggagas 'poldur' (kampung) yang berlebihan/phobimania aka paranoid.

Pernah gara-gara poldur ini, ada yang terjatuh berboncengan dengan istrinya (do'i sambil tengok kiri-kanan, mungkin sedang mencari alamat). Paling-paling 'oknum aparat' ini bilang, "Salah sendiri ente gak liat-liat jalan!"

"Waduh, noraxz dan alay bingit gitu lho...!" * bukannya bantuin mikirin *

Jalan di Indonesia itu sudah tidak rata ('tidak safety lagi') mas brai! Jangan tambah-tambahi lagi masalah dengan masalah.

Kalo niatnya memang 'sedia payung sebelum hujan', ya boleh buat penahan kecepatan seperti di jalan tol. Jangan yang ekstrem (sampai ketinggian 10cm diatas tanah), apalagi super ekstrem (yang berbentuk seperti segitiga lancip puuool!). Ini jalan raya/umum atau saluran penahan air bang?

Sebagai seorang muslim, saya pernah membaca 'advis', bahwa perkawinan yang disukai adalah yang paling sederhana, dan menyingkirkan gangguan di jalan adalah termasuk dari iman.

Jadi poldur + terob ini sama dengan gangguan dong?

* bukan asumsi lagi, tetapi fakta, sesuai dengan skor minus diatas. *
****************************************************
NB: Buat para caleg yang sedang berkompetisi moga jadi bahan pencerahan

[ Anekdot ] AHM itu sebenarnya pelit gak sih? Tanya kenapa,,,

akuyorapopo image
Dear users,

Tulisan berikut bukanlah bermaksud sarkasme, tetapi merupakan liputan trendsetter topic yang lagi 'hot' di dumay belaka. Tidak bermaksud menyudutkan merk tertentu, tetapi anggap saja sebagai bentuk 'plesetan' kritik, masukan dan apresiasi buat produk-produk semua ATPM. Penulis bukanlah seorang penyembah merk, tetapi penyembah Tuhan. Smoga ATPM smakin di depan. Lho? wkwkwk

Okay lanjoot...dialognye,,,

Alkisah,,,,

USER : "Nyang laen dah tutup rata, masa ente masih pake tutup cendol?" * nanya ajah *

NGOAHAHEM : "Gaklah! Kan yang rata dah di old cibi 150 & cibi 250 lawas..." * sewot.com *

USER : "Ente kuper (kurang-perhatian) sama konsumen nih! L.o.v.e..l.o.v.e apa-an?" * mrgreen *

NGOAHAHEM : "Ekspedisi Nusantara & program CSR emang bukane buktine one heart tah? Kurang tah?" * ceileee-emangee.com *

USER : "Hon-hon teknologi jadul!" * galau.net *

NGOAHAHEM : "Eiittsz ... kita sudah pake ISS & colokan HP lho!" * pencerahan otomotif *

USER : "DOHC koq abal-abal?" * mikir *

NGOAHAHEM : "Ono rego-ono rupo. Kita [sambil ngelirik kesebelah] copy brand lain yang pake DOHC turunan juga ..." * ngarepwelasasih-binmurah.com *

USER : "Berarti sampean tukang contek yo? Gak kreatip yo? Hayooh ngaku!" * makjleb *

NGOAHAHEM : "Lho dari dulu-dulu kan Jepun transfernya dari Umar&rika?" * ngeles.com *

"Kita injeksi 'first mover' gitu lho,," * serius.com *

"Di dunia ini, yang mirip2 buanyak bangeets! Emang gak boleh? Sesuatu,,," * seriusbanget.com *

buritan-kembar image

USER : "Sasis teralis tuh agak rigid tauk!" * maho loe *

NGOAHAHEM : "Sotoy! Pernah liat atap rumah pake teralis baja gak? Ntar klo kita pake deltaseng dibilang njiplak ..." * mumet.com *

USER : "Nyu Tigong FI kapan keluare?" * skeptis *

NGOAHAHEM : [tertawa] 

* K A B O O R R *

Minggu, 06 April 2014

Antara Honda dan Kawasaki: Honda memilih safety, Kawasaki mengejar produksi!

http://motogokil.files.wordpress.com/2014/02/cbr250-vs-n250sl.jpg?w=480&h=129

Mbak-mbak dan mas-mas setanah air,

Berikut sedikit alaysis, eh analisis yang ada,

Dalam beberapa tahun terakhir ini, peta pertarungan per-motor-an di tanah air semakin seru saja ya gan. Dan dari fenomena yang tampak, Honda dan ATPM-nya (di Indonesia) sepertinya berusaha menancapkan brand image-nya sebagai motor yang nyaman, aman dan irit tetapi tetap kencang. Produk-produk seperti CS1, CBR 250, All New CBR 150, New Megapro (karbu dan FI), Versa, Beat dan CB150 adalah sebagai bukti di kelas/levelnya masing-masing.

Ternyata konsep 'safety' Honda ini juga tidak hanya diterapkan pada produksi motor-motornya saja, tetapi juga dalam sikap manajemen internalnya. Menghadapi gempuran kompetitor yang menawarkan berbagai variasi motor yang terkesan 'wow' dan 'sadis', sikap Honda dan ATPM-nya koq kelihatan tidak grusa-grusu dan hati-hati juga yah? (aman-aman saja kah boz?).

Nah sekarang bagaimana dengan Kawasaki?

Mungkin menyadari posisinya sebagai follower, Kawasaki berusaha menggali potensi yang tidak diambil oleh sikap ke-'safety'-an Honda. Produk Ninja 250 cc (silinder dobel dan mono), Z 250, New Ninja 150 dan produk Trail KLX150 adalah jawaban dari Kawasaki yang memanfaatkan celah niche market yang longgar.

Yah, emang semuanya itu sah-sah saja sih. Punya konsep dan prinsip sendiri-sendiri. Namanya juga sama-sama cari makan, ya nggak neng?  Membandingkan brand keduanya akhirnya menjadi kurang relevan, karena memiliki jalur pemikiran dan tujuan yang berbeda pula.

Jadi, baik Honda maupun Kawasaki itu sebenarnya sama-sama hebatnya kang! Mereka bermain sesuai potensi dan 'takdir' yang dimiliki masing-masing (meskipun seperti agak melawan arus,,,, hihihi).

* Catatan episode 2007-awal 2014 *

Next:
Antara Honda dan Yamaha: Garis lurus identik dengan modernitas atau tidak bro?

Antara Honda dan Yamaha: Garis lurus identik dengan modernitas atau tidak bro?

form factor image
Sobat biker sekalian,

Entah siapa yang memulai, tapi ada persepsi klo garis-garis tajam adalah perlambang desain yang futuristik.

Iya sih, klo kita sering lihat film-film alien, emang digambarkan klo kostum + pesawatnya cenderung lancip sisi-sisinya atau interfacenya.

Tapi sebaliknya klo filmnya itu kartun, malah piring terbangnya sering tampak bulat (oval). Begitu juga aksesorisnya.

oval image
                                                
Nah berkaitan dengan desain motor kedua pabrikan ini (selain produk retro), Honda kebanyakan (imho) mengaplikasikan bentuk rada-rada bulat (oval), sementara Yamaha cenderung lurus (persegi) komposisi terbanyaknya. Ya bisa saja karena honda lebih dahulu berproduksi dengan style 'bulat' maka Yamaha mengambil diferensiasi dengan style 'garis lurus'.

Tidak ada yang salah memang, karena selera pasar cenderung beragam. Kebalikannya, untuk desain mobil, malah yang oval (kapsul) justru lebih digemari (saat ini).

Garis lurus menunjukkan ketegasan, keteguhan, supremasi tapi sekaligus menunjukkan kekakuan, kekerasan, keangkuhan dan kekurangan percaya diri (imho).

Sementara bentuk oval menunjukkan nilai keklasikan, kesimpelan, kesupelan, kefleksibelan, kekaleman, kelembutan, kedamaian tapi juga kelucuan dan keculunan (imho).

Nah akankah kedepannya kedua pabrikan ini masih mempertahankan 'ciri khasnya' masing-masing?

Gimana menurut pak lek dan bu lek sekalian? 

Senin, 31 Maret 2014

Taklid = suka ikut-ikutan tuh mah berbahaya mak!


http://kabarislam.files.wordpress.com/2013/08/ashobiyyah.jpg?w=468&h=377

* Tulisan berikut tidak berhubungan dengan iptek dan hobi tetapi menyangkut masalah keyakinan/prinsip hidup *

Dear friends,

Kita tentu sudah sama-sama tahulah (yang blom tau mudah-mudahan sekarang jadi tahu) kalow sistem belajar ikut-ikutan apa kata orang (sesepuh, ortu, guru dll) alias sendiko dawuh (istilah jawa) itu dinamakan taklid (istilah modernnya = cuci otak).

Taklid itu cenderung kepada kesalahan/fitnah karena biasanya tanpa proses ittiba (perenungan, penelusuran kepada sumber asalnya) sehingga mencukupkan diri kepada penyampai berita (sebut saja gosiper atau dogmater) yang bukan sumber asal. Sehingga belum-belum sudah berpuas diri/mencukupi diri cukup sekian saja (tidak tepat).

Ciri-ciri:

1. Mengaku bermazhab/beraliran anu, tetapi jarang/bahkan tidak pernah mempelajari lebih dahulu tulisan karyanya anu, tetapi belajar dari referensi para pengikutnya.

2. Mengaku cinta anu dan pengikut anu, tetapi ternyata tidak langsung dan TUNTAS mempelajari dari sumber aslinya, yaitu perkataan si anu dari berbagai pengalaman (yang tidak hanya satu) dari si anu.

Bagi sebagian orang yang awam, MERASA ALIM/sotoy, intelejensi lemah, pendidikan rendah, kurang waktu/sibuk, kelelahan mental/stres kadang-kadang sulit mereposisi jati dirinya kembali, bahkan mencari obatnya dengan berguru sufisme, tariqat, meditasi, bunuh diri, ritual adat-adat fatamorgana yang memboroskan biaya dll yang kesemuanya itu bukanlah label/predikat asli penganut/pemeluknya.

Akibatnya orang seperti ini mudah tersesat dan menyalahkan orang lain dengan menyebut/alasan  textbook-manialah (padahal haqul yakin, dia pasti belum pernah baca referensinya secara menyeluruh), nggak sesuai dengan jamanlah, praktek dengan "teori" bedalah (jadi praktek itu ndak perlu teori dulu yah?), anti-sosial-lah ataupun kebalikan pemahamannya, yaitu "inilah inti ajaran itu", padahal dia baru baca/memahami sepotong belum keseluruhan/tuntas sehingga tidak tahu batas-batas relevansinya.

Karena itu sudah saatnya kita melakukan cek dan re-cek, intropeksi/self koreksi terhadap keyakinan kita, apakah sudah sesuai dengan bandrol isyarat dan syarat yang tersurat dalam teks sumber keyakinan masing-masing.

(gubahan dari artikelnya pak HPS)

Mewarnai hidup...

http://makna.org.my/images/achancetoliveahopetoheal_banner_top.jpg

Mengapa hidup kita tidak bermakna?

* pra-kondisi buat yang sedang galau *


Pembaca yang setia,

Suatu ketika kita merasa jenuh dan bosan dengan apa yang kita kerjakan. Atau ada perasaan kalo kita ingin mendapatkan apa yang tidak kita miliki tapi belum kesampaian. Akhirnya harga diripun seperti terjun bebas.

Namun sebenarnya hal tersebut bisa diatasi (dikurangi) jika kita mempunyai TUJUAN HIDUP yang jelas/spesifik.

Sembari berjuang menggapai cita-cita (atau yang setara dengan cita-cita), kita juga bisa meningkatkan pengetahuan dan menambah aktivitas untuk memperbaiki/memaksimalkan potensi yang ada terlebih dulu supaya menjadi lebih pas (ideal), di luar rutinitas sehari-hari.

Sehingga waktu kitapun tidak terbuang percuma tanpa arti yang signifikan, yang mana hal tsb menjadi penyebab pikiran hampa dan kurang percaya diri.

Bukankah banyak diluar sana, pejuang hidup yang memiliki keterbatasan sumber daya tapi mampu mencetak prestasi gemilang?

Seperti pepatah yang mengatakan:
- Orang bodoh tapi banyak ibadah -> ibarat pepesan kosong.
- Banyak ibadah tanpa ilmu/teori (bahkan merasa alim) : layaknya robot/patumg.
- Berilmu tanpa amal : seperti api obor di tangan bayi atau pohon tanpa buah.
- Berilmu tanpa iman : kayak pencuri.

Jadi kesimpulannya,,, lebih baik yang mana, menjadi orang pintar yang sederhana atau orang sederhana/bersahaja tapi bodoh?

* OOT gak ye? hehehe *

Senin, 17 Maret 2014

Kriteria prestasi (sukses) seseorang (pemimpin) ...

http://www.iie.org/~/media/Images/Corporate/Static-Header/P-R/SH-PRESTASI-USAID-NYC-visit.ashx?mh=235&mw=300

Hai sobat,

Gimana sih cara mengukur klo orang tsb dah berprestasi atau belum?

Parameternya apa?

Sebenarnya sih gampang aja kali. Klo sudah terjadi perubahan maka itu dah disebut berprestasi.

Jika hari ini kita mampu melakukan push-up 10 kali, besok 20 kali maka itupun dapat dikatakan sudah "berprestasi".

Tapi kayaknya terlalu hambar dan datar klo prestasi hanya sekedar dimaknai seperti itu. Prestasi biasanya identik dengan persaingan (pressure,standard,limiter) dan peningkatan yang melampaui batasan (overtarget).

Prestasi itu adalah sesuatu yang istimewa (prestisius, dan berbeda), meski ini adalah relatif.

Misal, seseorang mampu berlari dari Monas-Bogor p.p dalam waktu 2 jam, dimana doi bukan seorang pelari dan ndak pernah latihan lari sebelumnya (ilustrasi yang buruk, jangan ditiru wkwkwkwk).

Contoh lain, misalnya seorang kepala negara yang dalam masa kepemimpinannya mampu membuat (menambah) 5 ruas jalan tol dalam setahun, apakah itu pantas disebut prestasi? Bisa ya, bisa juga tidak.

Semua pekerjaan itu dapat dikembalikan kepada "paperwork" (standar,target). Pembangunan yang tanpa target/tujuan yang jelas (transparan) tidak dapat dikaitkan dengan prestasi/penghargaan tetapi disebut rutinitas.

Bupati ya tugasnya membangun daerah dan meningkatkan pembangunan. Guru tugasnya membuat murid menjadi pintar. Tukang masak tugasnya membuat makanan enak. Sales ya bertugas mencari pembeli sebanyak-banyaknya. Semuanya itu adalah rutinitas, pakemnya dan pekerjaan itu sendiri adalah menjadi kewajiban/bebannya.

Jika sebuah beban standar ada 10 poin. Ternyata baru dapat dikerjakan 3 poin, itu juga belum masuk hitungan prestasi. Jika 10 poin semuanya dapat dikerjakan dalam waktu yang ditentukan atau bahkan molor. Atau jika 10 poin dilakukan secara estafet, si A mengerjakan 3 poin, sementara si B meneruskan 7 poin sisanya, itupun belum dapat dikatakan prestasi.`

Prestasi yang sebenarnya adalah 10 poin plus (termasuk 11 poin, 12 dst / overtarget, melampaui ekspektasi, melampaui standar).   

Bagaimana dengan adanya inovasi dan dinamika dalam suatu pekerjaan/momentum apakah dapat juga disebut prestasi?

Bisa juga sih disebut begitu, tapi tidak istimewa/prestisius. Karena memang seharusnya seperti itu, ada peningkatan/perubahan di satu sisi meski kadang ada penurunan di sisi lain atau mungkin sekedar variasi saja dari sekian variasi lain yang ada. Itu hanyalah sebuah hasil kerja. Namanya juga hidup (bekerja). Namun yang perlu ditanyakan, apakah inovasi ini sudah teruji apa belum? Atau sudah masuk target apa belum?

So seyogyanya, seseorang dianggap telah "berprestasi" (atau bekerja?) klo hasil kerjanya sudah sesuai dengan S.O.P (target, skedul). Sementara, masalah standar, tentu juga perlu dipertanyakan. Standarnya ketinggian atau kerendahan? 

Gw bukanlah seorang seorang pakar. Jadi, mungkin ada definisi yang lebih tepat daripada uraian diatas? monggo klo ada yang mo nambahin...

10 cara ampuh mengatasi perkosaan pada wanita!

http://lh3.ggpht.com/_FmKzEIOQIB4/SpFQpgVX5uI/AAAAAAAAAP4/YRmNPiRN02E/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800


Hi guys,

Berikut cara-cara sistemik yang perlu dilakukan:

Dari privat/keluarga:

1. Berikan pakaian yang menutup rapat namun longgar dipakai bagi kaum wanita. Pakaian seperti ini akan mengurangi sensasi dan fantasi seksual bagi calon pelaku.

2. Legalkan atau bolehkan penikahan dini dan poligami bagi pria dan permudah prosesnya (namun dengan tetap melihat kondisi pasangan). Sarana ini saya rasa cukup fungsional untuk menekan hasrat berlebih di antara mahkluk berbeda kelamin ini.. (gawat! gw bakal diprotes banyak orang nih heheheh..) * daripada berselingkuh *

3. Beli alat strum saku (electric protector) untuk wanita atau bagikan secara gratis.


Dari umum/pemerintah:

1. Terapkan sistem hukuman rajam/cambuk bagi pemerkosa (klo pelakunya masih "anak-anak" bagaimana? baca artikel ini dulu:)

2. Nomer dua disini sama dengan yang nomer dua untuk privat. Atau jika terasa absurd, yaw dah ganti ajah dengan les karate gratis bagi remaja putri... :-p

3. Berikan pekerjaan, sandang pangan papan yang layak dan keadilan bagi masyarakat. Layak itu tidak berarti harus mahal dan bagus, tapi mencukupi/standar.

4. Atur ruang sekolah dan ruang kerja sehingga persinggungan pria wanita tidak harus terjadi setiap saat.

5. Pasang CCTV ditempat-tempat khusus, misal tempat tersembunyi namun berongga/ber-ruang.

6. Tutup lokalisasi, industri minuman keras, dan tayangan porno. Tertibkan dan sidak bisnis penginapan, panti pijat, hiburan dan semacamnya. Jika masih  kurang efektif, setidaknya porsinya dikurangi. Tapi untuk yang lokalisasi mutlak harus dibanned!  

7. Untuk setiap sekolah, mulai tingkatan SMP kelas 1, sudah diberikan pelajaran agama dengan porsi khusus pembentukan keluarga sakinah dan aspek-aspek dimensi perkawinan.

Semua poin diatas mungkin belum dapat terlaksana saat ini bahkan tidak menjamin 100% tidak ada perkosaan lagi. Tetapi tentu bisa dilakukan semampunya, daripada tidak sama sekali.

Kata bang napi, kejahatan terjadi bukan hanya karena adanya kesempatan,,,,, tapi karena kita juga yang memberi kesempatan. Jadi,,,, Waspadalah!

Sabtu, 15 Maret 2014

Lebaynya para calon wakil rakyat kita menjelang pemilu RI 2014

http://suarapublik.co.id/web/wp-content/uploads/2012/09/Jokowi-vs-Foke33-1024x1013.jpg

Brosis sekalian,

Bukannya saya mencari-cari kesalahan orang. Saya tahu bahwa setiap orang mempunyai kekurangan pribadi (yang relatif) .Namun karena urusan ini menyangkut masa depan banyak orang dan mereka adalah publik figur, sudah saatnya kita mereview dengan sedikit contoh-contoh aktornya, agar kita [sebagai warga negara yang baik] tidak salah pilih pemimpin/negarawan yang layak menyelamatkan negara ini kedepannya.

Saya mulai saja dari sang fenomenal bapak Jokowi. Didaulat oleh banyak orang menjadi presiden RI 2014, malah berani mangkir dari tugas negara (baca: pelayan rakyat) di jam kerja. Beritanya dapat dibaca disini.

Ini tentu saja bukan teladan yang baik. Saya kira kalo pak Karno itu masih hidup, telinga bu Mega ini bisa dijewer oleh bapaknya. Partai ini rasanya memiliki kerumitan internal yang tidak bakal selesai dalam waktu dekat (kecuali klo mau mendengar saran saya lho [sok alim: mode on hehehe]). So penilaian saya, PDIP diragukan konsistensi komitmennya untuk menyelamatkan negara ini.

Pak Hary Tanusoedibyo; Katanya partainya adalah partai Hati Nurani Rakyat, tetapi do'i ndak mau mendengar protes para ulama tentang penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Jadi hati nurani rakyat siapa sih pak sebenarnya yang didengar oleh pak Tanu? Pilih kasih atau mengejar tutupan biaya politik pak?

Para ibu berjilbab dan bapak-bapak berjenggot yang notabene muslim dan menjadi caleg partai masing-masing. Bukannya menjadi partisan partai-partai Islam (yang lebih tahu permasalahan umat Islam dimana menjadi mayoritas dan permasalahan non muslim yang menjadi minoritas di negeri ini) tetapi malah memilih partai-partai umum yang kurang bisa membedakan porsi/hak umat Islam dan hak non muslim secara adil dan proporsional. So anda itu berjilbab dan berjenggot untuk apa sih?

Ada satu nama lagi yang tidak saya sentil, yaitu Mr. Farhat Abbas. Namun karena gw beranggapan klo do'i kemungkinannya kecil untuk menjadi presiden, ya udahlah saya skip saja dari ulasan kali ini. Kalau soal doi mau jadi caleg, tentu kita lihat saja dulu nanti bagaimana hasil kerjanya. Baru kita nilai.

BTW, calon wakil rakyat ideal itu sebenarnya bukan orang yang populer instan karena iklan (political balloon), tetapi karena FAKTA peran aktivitas partisipasi, pengorbanan dan wawasannnya secara global dalam masyarakat atau lingkungannya jauh hari sebelum dia mencalonkan atau dicalonkan.

Jadi jangan coba-coba nyalonin dulu deh kalo kita itu masih amatiran...

Belajar dari kekeliruan Ahmad Dhani dan anaknya

http://2.bp.blogspot.com/-Rr-mY83p69A/UFF9n5cvt4I/AAAAAAAAAHo/7A3f36lBh68/s320/JS%2Bbaru.png

Hai bro,

Keliru? Relatif,,,, apa absolut? hehehe,,,

Oke deh. Kali ini kita coba membahas suatu permasalahan membingungkan dengan contoh kasus musibah yang menimpa keluarga pak Ahmad Dhani.

Saya sih bukanlah pakar yang bermaksud menggurui pak Ahmad Dhani harus begini atau begitu. Cuman klo kita coba tarik benang merah, permasalahan do'i sebenarnya masalah umat manusia secara umum di jaman sekarang ini.

Yoo'i bro. Ada kesalahan persepsi dalam masyarakat selama ini untuk menentukan kadar kedewasaan seseorang. Saya coba mengambil rumusan dari ajaran Islam (karena saya seorang muslim) dimana batas seseorang itu disebut dewasa (akil baligh) adalah klo dia (normalnya) sudah mengeluarkan sperma (mimpi basah) bagi laki-laki dan menstruasi bagi wanita. Mau umur 9 atau 10 tahun kek, klo kondisi diatas sudah terpenuhi, so "WAJIB HUKUM"nya dia disebut telah dewasa/mature, tul gak? hehehe...

Lha terus piye kang?

Iya yah, yang namanya orang dewasa (akil baligh) ya tentu punya tanggungjawab seperti layaknya orang dewasa dung....?

Faktanya, ternyata pemerintah kita ini masih ambigu dalam menetapkan batas usia seseorang. Seseorang disebut dewasa klo sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah....

Lha klo dia menikah pada umur 14 tahun, berarti dah dewasa dong? Trus klo belum pernah menikah tapi umurnya 16 tahun, belum dewasa gitu bro?  atau setengah dewasa kali? hehehe...

"Anak saya masih cupu dan lugu buanget meski umurnya 15 tahun"

Mungkin ada reaksi-reaksi seperti diatas. Tapi coba kita perhatikan kelakuan rata-rata para remaja tsb. Dia dah punya rasa ketertarikan sesama lawan jenis. Dah bisa naik motor, ngebut lagi, tapi gak punya sim? Dah punya keputusan sendiri yang rada-rada saklek dan egois gitu loh dsb dll.

Kesalahan kita selama ini adalah perlakuan orang tua (jaman sekarang) yang menganggap mereka itu masih anak-anak. Tetapi yang menakjubkan (kalo gak boleh dibilang anomali), di jaman sekarang ini (jaman dahulu juga) malah banyak "anak-anak itu" yang berprofesi sebagai artis, penyanyi, penari, boyband, pemain sepak bola, tukang bangunan, pengemis, pengamen dsb dll dengan "kualitas pekerjaan" yang hampir sama dengan orang dewasa.

Saya tidak menampik klo para ABG ini masih butuh bimbingan, nasehat dll dsb  (karena minimnya wejangan dan pengarahan orang tua kepada anak sejak usia dini). Tapi klo itu sih konteksnya masih terlalu general, karena banyak juga orang-orang tua yang masih butuh bimbingan, wejangan, subsidi dll dsb.

Dalam ajaran Islam, setahu saya, orang tua sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap anaknya (termasuk menafkahinya) klo dia sudah disebut dewasa (akil baligh).  [Huff,,,,lepas beban berat sementara dulu dah,,,hehehe]. Adapun pada akhirnya klo nanti ortu masih menyubsidi anaknya, ya anggap sajalah itu sebagai bonus atau amalan  kasih sayang orang tua semata.

"Wah rahimnya masih lemah. Kalo menikah di usia dini, ntar bakal bayinya kurang sehat bagaimana coba?"

Tuh asumsi atau fakta?

Oke, sebut saja fakta. Hal ini bisa saja terjadi karena pengaruh iklim global dan pola makan yang kurang higienis di jaman serba polusi sekarang ini. Tapi masa iya, dunia medis dan teknologi yang dah semakin canggih ini nggak mampu memberikan solusi agar rahim remaja wanita itu kuat?

Banyaknya kasus aborsi, bisnis prostitusi dan pernikahan bapak-bapak yang melibatkan "anak-anak dibawah umur" menunjukkan bahwa sebenarnya mereka itu nggak layak disebut anak-anak lagi!

Nah, klo kaum remaja ini dah banyak maunya. Mau ngedate kek, mau bawa motor sendiri ke sekolah (pake ninja juga gpp hehehe) lah, so (jangan manja! ;-) ) dah waktunya tuh bagi mereka untuk menanggung sendiri konsekuensi logisnya, yaitu, "ANDA ITU LAKI-LAKI/WANITA SEJATI PAKDE"......

You may also like

Baca juga

You may also like

LinkWithin