Sabtu, 15 Maret 2014

Belajar dari kekeliruan Ahmad Dhani dan anaknya

http://2.bp.blogspot.com/-Rr-mY83p69A/UFF9n5cvt4I/AAAAAAAAAHo/7A3f36lBh68/s320/JS%2Bbaru.png

Hai bro,

Keliru? Relatif,,,, apa absolut? hehehe,,,

Oke deh. Kali ini kita coba membahas suatu permasalahan membingungkan dengan contoh kasus musibah yang menimpa keluarga pak Ahmad Dhani.

Saya sih bukanlah pakar yang bermaksud menggurui pak Ahmad Dhani harus begini atau begitu. Cuman klo kita coba tarik benang merah, permasalahan do'i sebenarnya masalah umat manusia secara umum di jaman sekarang ini.

Yoo'i bro. Ada kesalahan persepsi dalam masyarakat selama ini untuk menentukan kadar kedewasaan seseorang. Saya coba mengambil rumusan dari ajaran Islam (karena saya seorang muslim) dimana batas seseorang itu disebut dewasa (akil baligh) adalah klo dia (normalnya) sudah mengeluarkan sperma (mimpi basah) bagi laki-laki dan menstruasi bagi wanita. Mau umur 9 atau 10 tahun kek, klo kondisi diatas sudah terpenuhi, so "WAJIB HUKUM"nya dia disebut telah dewasa/mature, tul gak? hehehe...

Lha terus piye kang?

Iya yah, yang namanya orang dewasa (akil baligh) ya tentu punya tanggungjawab seperti layaknya orang dewasa dung....?

Faktanya, ternyata pemerintah kita ini masih ambigu dalam menetapkan batas usia seseorang. Seseorang disebut dewasa klo sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah....

Lha klo dia menikah pada umur 14 tahun, berarti dah dewasa dong? Trus klo belum pernah menikah tapi umurnya 16 tahun, belum dewasa gitu bro?  atau setengah dewasa kali? hehehe...

"Anak saya masih cupu dan lugu buanget meski umurnya 15 tahun"

Mungkin ada reaksi-reaksi seperti diatas. Tapi coba kita perhatikan kelakuan rata-rata para remaja tsb. Dia dah punya rasa ketertarikan sesama lawan jenis. Dah bisa naik motor, ngebut lagi, tapi gak punya sim? Dah punya keputusan sendiri yang rada-rada saklek dan egois gitu loh dsb dll.

Kesalahan kita selama ini adalah perlakuan orang tua (jaman sekarang) yang menganggap mereka itu masih anak-anak. Tetapi yang menakjubkan (kalo gak boleh dibilang anomali), di jaman sekarang ini (jaman dahulu juga) malah banyak "anak-anak itu" yang berprofesi sebagai artis, penyanyi, penari, boyband, pemain sepak bola, tukang bangunan, pengemis, pengamen dsb dll dengan "kualitas pekerjaan" yang hampir sama dengan orang dewasa.

Saya tidak menampik klo para ABG ini masih butuh bimbingan, nasehat dll dsb  (karena minimnya wejangan dan pengarahan orang tua kepada anak sejak usia dini). Tapi klo itu sih konteksnya masih terlalu general, karena banyak juga orang-orang tua yang masih butuh bimbingan, wejangan, subsidi dll dsb.

Dalam ajaran Islam, setahu saya, orang tua sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap anaknya (termasuk menafkahinya) klo dia sudah disebut dewasa (akil baligh).  [Huff,,,,lepas beban berat sementara dulu dah,,,hehehe]. Adapun pada akhirnya klo nanti ortu masih menyubsidi anaknya, ya anggap sajalah itu sebagai bonus atau amalan  kasih sayang orang tua semata.

"Wah rahimnya masih lemah. Kalo menikah di usia dini, ntar bakal bayinya kurang sehat bagaimana coba?"

Tuh asumsi atau fakta?

Oke, sebut saja fakta. Hal ini bisa saja terjadi karena pengaruh iklim global dan pola makan yang kurang higienis di jaman serba polusi sekarang ini. Tapi masa iya, dunia medis dan teknologi yang dah semakin canggih ini nggak mampu memberikan solusi agar rahim remaja wanita itu kuat?

Banyaknya kasus aborsi, bisnis prostitusi dan pernikahan bapak-bapak yang melibatkan "anak-anak dibawah umur" menunjukkan bahwa sebenarnya mereka itu nggak layak disebut anak-anak lagi!

Nah, klo kaum remaja ini dah banyak maunya. Mau ngedate kek, mau bawa motor sendiri ke sekolah (pake ninja juga gpp hehehe) lah, so (jangan manja! ;-) ) dah waktunya tuh bagi mereka untuk menanggung sendiri konsekuensi logisnya, yaitu, "ANDA ITU LAKI-LAKI/WANITA SEJATI PAKDE"......

1 komentar:

  1. sadis! n seyem....hiiiiiii

    http://id.berita.yahoo.com/dicekoki-miras-siswi-smp-diperkosa-lima-seniornya-123424918.html

    http://id.berita.yahoo.com/tragisnya-kematian-mia-gara-gara-asmara-022500370.html

    http://www.tribunnews.com/regional/2014/03/15/guru-ngaji-cabuli-murid

    BalasHapus
XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag ini (untuk menambahkan link dst): a href="",b,strong,del,i,strike

You may also like

Baca juga

You may also like

LinkWithin